GAMBARAN UMUM



PEMERINTAHAN dan ADMINISTRASI
Kecamatan Tanjung Karang Barat berada di bawah pemerintahan Kota Bandar Lampung. Camat Tanjung Karang Barat dijabat oleh Plt. Camat Riana Apriana, A.P., M.M., yang bertugas memimpin penyelenggaraan pelayanan administrasi pemerintahan kecamatan. Secara internal, kecamatan ini dibagi menjadi 7 (tujuh) kelurahan yaitu : Gedong Air, Kelapa Tiga Permai, Segalamider, Sukadanaham, Sukajawa, Sukajawa Baru, dan Susunan Baru, masing-masing dipimpin oleh seorang Lurah. Perubahan struktur kelurahan terakhir terjadi pada Perda Kota No.4/2012 yang menyusun 7 (tujuh) kelurahan tersebut sebagai pembagian administrasi terkini. Kecamatan Tanjung Karang Barat terdiri dari 16 Lingkungan (LK) dan 137 Rukun Tetangga (RT).

Icon Tugu Durian, Lokasi Sukadanaham, Tanjungkarang Barat

WILAYAH GEOGRAFIS
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012, tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan, letak geografis dan wilayah administratif Kecamatan Tanjung Karang Barat berasal dari sebagian wilayah geografis dan administratif Kecamatan Tanjung Karang Barat dan Kecamatan Tanjung Karang Pusat. Kecamatan Tanjung Karang Barat merupakan salah satu kecamatan di Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah ±1.120 Ha, dengan Jumlah Penduduk yaitu 58.406 jiwa dalam 13.961 KK. Jumlah penduduk tersebut berada di bawah wilayah administratif 7 (tujuh) kelurahan, 16 Kepala Lingkungan dan 137 Rukun Tetangga. Letak geografis dan wilayah administratif Kecamatan Tanjung Karang Barat  memiliki batas-batas sebagai berikut :
  • Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Langkapura;
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Karang Pusat dan Kecamatan Teluk Betung Barat;
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Karang Pusat;
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kemiling.
Peta Administrasi Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung tersaji pada Gambar berikut ini :

Sumber : BPS-Statistics Bandar Lampung 2025

Pusat administratif Kecamatan Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung terletak di Kelurahan Gedong Air. Letak Geografis dan Wilayah Administratif Kecamatan Tanjung Karang Barat berasal dari sebagian wilayah geografis dan administratif Kecamatan Tanjung Karang Pusat yang terdiri dari 7 (tujuh) Kelurahan, sebagai berikut :
  • Gedong Air, luas wilayah 127 Ha;
  • Sukajawa, luas wilayah 68 Ha;
  • Sukajawa Baru, luas wilayah 27 Ha;
  • Susunan Baru, luas wilayah 82 Ha;
  • Segalamider, luas wilayah 165 Ha;
  • Kelapa Tiga Permai, luas wilayah 34 Ha;dan
  • Sukadanaham, luas wilayah 617 Ha.


Luas Wilayah Menurut Kelurahan

Sumber : BPS-Statistics Bandar Lampung 2025


DEMOGRAFI
Berdasarkan data Dinas Kependudukan Kota Bandar Lampung (2021), populasi Kecamatan Tanjung Karang Barat mencapai sekitar 62.462 jiwa (31.662 laki-laki dan 30.800 perempuan). Sebagai wilayah urban, kecamatan ini padat penduduk. Sensus penduduk 2020 mencatat jumlah serupa sekitar 65.554 jiwa (termasuk data sensus pada bandarlampungkota.bps.go.id), menggambarkan kecenderungan pertumbuhan yang relatif stagnan hingga awal dekade 2020-an. Komposisi penduduknya beragam secara etnis, dengan latar belakang penduduk asli Lampung dan Jawa, serta pendatang dari daerah lain. Kelurahan Susunan Baru misalnya, awalnya dihuni pendatang Jawa (dari Semarang) sejak 1969. Penduduk Kota Bandar Lampung umumnya bekerja di sektor perdagangan, industri ringan, dan pemerintahan; hal serupa berlaku di Tanjung Karang Barat sebagai daerah pusat aktivitas kota

TOPOGRAFI
Kondisi Kecamatan Tanjung Karang Barat dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian : Di sebelah Utara berbukit-bukit dengan view Teluk Lampung dan sebelah selatan datar. Seiring Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandar Lampung sebagian Kecamatan Tanjung Karang Barat akan ditetapkan sebagai Kawasan Agrowisata. Untuk itu Kecamatan Tanjung Karang Barat telah membangun semua monumen Tugu Duren yang menunjukkan sebagai sentra durian dan sekaligus sebagai Ikon Kecamatan Tanjung Karang Barat. 

EKONOMI dan KEGIATAN SOSIAL
Sebagai bagian dari pusat kota, Tanjung Karang Barat didominasi aktivitas ekonomi non-pertanian. Perekonomian lokal ditopang oleh perdagangan (pasar tradisional dan pertokoan kecil), jasa (seperti sekolah, klinik, dan perkantoran), serta industri rumah tangga. Misalnya, beberapa kelurahan di kecamatan ini memiliki unit usaha kecil dan menengah di bidang makanan dan kerajinan. Tanjung Karang Barat juga dilalui oleh jalan-jalan raya penting yang mendukung mobilitas penduduk dan distribusi barang. Permukiman padat dibangun di sekitar pusat kota lama Bandar Lampung (Tanjungkarang), sedangkan pinggiran kecamatan masih memiliki ruang hijau terbatas. Secara sosial-budaya, kawasan Tanjung Karang Barat multietnis dan majemuk. Penduduknya umumnya memeluk agama Islam dengan berdirinya beberapa masjid dan musala. Aktivitas budaya sering berkaitan dengan tradisi Lampung dan Jawa. Program pemerintah daerah seperti operasi pasar dan vaksinasi massal pernah digelar di kecamatan ini untuk menunjang kesejahteraan warga. Secara umum, kualitas hidup penduduk terbilang meningkat, ditopang oleh fasilitas pendidikan dasar (beberapa SDN/MI, MTS) dan kehadiran Puskesmas di setiap wilayah kota.

INFRASTRUKTUR dan PELAYANAN PUBLIK
Kecamatan Tanjung Karang Barat memiliki infrastruktur perkotaan yang baik. Akses jalan beraspal menghubungkan semua kelurahan, termasuk Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Tanjungkarang-Barat sebagai ruas utama. Transportasi umum berupa angkot dan bus kota melayani rute-rute menghubungkan kecamatan ini dengan pusat Bandar Lampung. Untuk layanan publik, tersedia 2 puskesmas (1 Puskesmas Rawat Inap di Gedong Air dan 1 tanpa rawat inap), yang melayani pengobatan dan imunisasi bagi warga. Terdapat pula enam apotek besar di wilayah ini. Pendidikan dasar disediakan oleh beberapa sekolah negeri dan swasta (SD dan SMP). Fasilitas air bersih dan listrik hampir menyeluruh berkat jangkauan PDAM Bandar Lampung dan PLN. Sampah rumah tangga dikelola dengan program pengangkutan oleh dinas kebersihan kota. Meski demikian, beberapa kebutuhan infrastruktur masih perlu peningkatan, misalnya drainase yang memadai mengingat wilayah perkotaan sering turun hujan deras.



Admin | Tim Humas Kecamatan Tanjung Karang Barat